Rabu, 20 Juli 2016

KONSEP TRIHITAKARANA-RAHASIA KEHARMONISAN DESA ADAT PENGLIPURAN
Rabu, 13 April 2016 sampai 17 April 2016, kami siswa SMA Negeri 1 Manyar – Gresik melakukan widya wisata ke pulau Dewata. Acara yang bertemakan ”Amazing Bali 2016” mengeksplor tempat-tempat wisata yang ada di pulau Bali. Pulau yang menjadi primadona pariwisata Indonesia yang sudah sangat terkenal di kancah Internasional. Bukan hanya tempat wisatanya, melainkan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik, sehingga membuat kita memilih Bali sebagai tempat wisata. Baik wisatawan domestik maupun luar negeri juga berbondong-bondong datang ke pulau dewata Bali.

Yuk simak pulau Bali !!!
Bali merupakan bagian dari kepulauan sunda kecil yang memiliki luas 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terletak sekitar 3,2 km dari pulau jawa. Secara astronomis sendiri, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti daerah indonesia yang lain. Nah, berikut ini peta pulau bali


Kami telah mengunjungi beberapa tempat wisata yang dikunjungi beberapa diantaranya adalah pantai sanur, pantai kuta, pantai pandawa, bedugul, tanah lot, desa adat panglipuran, Istana tampak siring, pasar adat sukowati, joger, cening bagus, mister kuta, Krisna, eco wisata mangrove, BCC (Bali Culture Center), Puja Mandala, Tanjung Benoa.
Objek wisata yang akan kita bahas kali ini adalah desa adat panglipuran

Sebenarnya apasih desa adat panglipuran ?
Desa adat panglipuran merupakan salah satu kawasan pedesaan yang bisa dibilang cukup menarik. Bukan hanya menampilkan wajah pedesaan yang asri tetapi juga memiliki tatanan tempat yang cukup unik. Rumah-rumah disini dibikin sama dengan rumah lainnya. Sehingga tampak rapi dan teratur. Pasti kalian heran mengapa memiliki konsep yang sama ? yah , jadi desa ini masih memegang kuat adat istiadat dari nenek moyangnya alias turun temurun gitu. Desa panglipuran bisa dibilang tempat wisata budaya. Keasrian desa panglipuran emang nggak diragukan lagi. Saat pertama kali kita datang kesini langsung disambut tuh dengan hijau rerumputan pada pinggir jalan sehingga menambah kesejukan

Penasaran pengen ngunjungi desa ini ? kita kasih tau dimana lokasi desa adat panglipuran ini
Desa adat Penglipuran terletak di Kelurahan Kubu di Kecamatan Bangli, Kabupaten Dati II Bangli. Luas desa adat Penglipuran kurang lebih 112 ha, dengan batas wilayah desa adat Kubu di sebelah timur, di sebelah selatan desa adat Gunaksa, dan di sebelah Barat Tukad Sang-sang, sedangkan di sebelah utara desa adat Kayang.Desa Adat Penglipuran terletak di kaki Gunung Batur pada ketinggian 700 meter dpl. Desa Adat Penglipuran terletak pada jalur wisata Kintamani, sejauh 5 Km dari pusat kota Bangli, dan 45 Km dari pusat kota Denpasar.

Area desa adat panglipuran tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa tempat antara lain :

lokasi desa adat panglipuran



  • temple
  • bamboo forest
  • monument
  • karang memadu






Ingin tau rahasia desa adat panglipuran. Bagaimana sih kehidupan masyarakat di desa adat panglipuran sehingga tercipta kerukukunan, kedamaian, dan keharmonisan dalam bermasyarakat. Apakah rahasianya????
kehidupan masyarakat desa adat panglipuran ternyata memiliki konsep, yaitu TRIHITAKARANA. Trihitakarana sendiri terbentuk dari tiga kata, tri yang berarti tiga, hita yang berarti kebahagiaan atau sejahtera, karana yang berarti sebab atau penyebab. Sehingga artinya tiga penyebab kebahagiaan.

3 penyebab kebahagiaan yang dimaksud sebenarnya bersumber pada 3 hal yaitu
  •  Hubungan manusia dengan Tuhan
  •   Hubungan manusia dengan lingkungan
  • Hubungan manusia dengan manusia lainnya
Bagaimanakah hubungan manusia dengan Tuhan ?
Lah hubungan dengan Tuhan dituangkan masyarakat dengan bentuk ibadah. Seperti apakah bentuk ibadah tersebut ? seperti yang kita ketahui masyarakat bali terutama desa adat panglipuran menganut agama hindhu. Mereka biasanya melakukan upacara adat baik di pura keluarga maupun pura utama yang ada di sekitar kompleks desa ini. Upacara ini pun tak lepas dengan persembahan yang bisa disebut sesajen. Nah, setelah kita ketahui ternyata sesajen pun juga memiliki lambang tersendiri. Jadi ada maknanya juga. Seperti salah satu sesajen yaitu nasi penek. (Nasi penek :Nasi penek merupakan nasi yang terbuat dari ketan yang berbentuk setegah lingkaran dan sedikit pipih). Nasi penek ini sendiri melambangkan keteguhan dan kekokohan batin dalam mengangungkan Tuhan yang Maha Suci dan sebagai wujud rasa bhakti yang setulus-tulusnya. Masyarakat desa adat panglipuran percaya jika mereka melakukan upacara adat tersebut kehidupan mereka akan terjalin harmonis.

Kita harus melakukan sembayang agar mendapat karuniaNya  - bapak I Nyoman Dana.

NASI PENEK
pembuatan penek














Bagaimanakah hubungan manusia dengan lingkungan ?
Hubungan manusia dengan lingkungan yang mencakup lingkungan sekitar, baik hewan maupun tanaman. Hubungan baik antara masyarakat dan lingkungan sudah terlihat jelas dari wilayah yang tampak indah bersih dan asri. Wujud kecintaan masyarakat kepada tanaman dapat dilihat dari upaya masyarakat yang menanam berbagai tumbuh-tumbuhan disetiap rumah meraka. Mereka memanfaatkan bahan daur ulang sebagai pot tanaman.
 
salah satu tanaman di samping rumah warga

Selain itu, masyarakat desa sangat rajin dalam melestarikan tanaman, setiap hari mereka merapikan rerumputan hijau di halaman rumah mereka. Hal itu sudah menjadi agenda rutin setiap pagi oleh masyarakat daerah sini. Sehingga tampak indah seperti gambar dibawah ini


taman di depan rumah atis

Untuk melestarikan kebersihan lingkungan, di lingkungan desa panglipuran dibuat undang-undang. Undang-undang desa inilah yang mengatur sendi kehidupan mereka. Seperti larangan membuang hal-hal nista dan kotor di tempat umum. Tidak boleh membawa limbah keluarga ke got umum. Dan anjuran setiap warga harus membuat sistem pembuangan limbah sendiri di pekarangan masing-masing. Jika melanggar maka akan dikenakan denda.

Akibatnya, tidak terlihat sampah bertebaran. Mereka mampu mengatur kotoran maupun sampah dengan baik. Membagi menjadi dua bagian dengan perlakuan berbeda. Untuk sampah kering akan langsung dibakar sedangkan sampah basah seperti sisa makanan bisa dijadikan pakan ternak.

tempat sampah organik dan anorganik
Kita pasti membutuhkan alam dan alam juga akan membutuhkan kita. Misalnya kita membutuhkan kelapa untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi pohon kelapa itu membutuhkan kita untuk tumbuh seperti memberi pupuk maupun air. Jadi hubungan timbal balik akan terjalin dengan baik. Hubungan yang menguntungkan dua belah pihak - Bapak I Wayan Widia.

Bagaimana hubungan manusia dengan manusia ?
Nah yang terakhir ini hubungan antar manusia. Akan terjadi interaksi antar satu dengan lainnya. Manusia memang membutuhkan manusia lainnya , well kita memang makhluk sosial. Saling tolong menolong antar tetangga bukan hanya memberikan seperti bahan dan perlatan masak. Oh desa adat panglipuran sendiri memiliki kegiatan yaitu kerja bakti yang membuat hubungan masyarakat satu dengan lainnya tetap terjalin harmonis. Tak hanya itu para wanita disini juga terkadang membuat atau memasak sesajen bersama yang nantinya dipersembahan kepada Sang Maha Kuasa. 

Bagaimana cara desa panglipuran menjaga kerukunan antar manusia tersebut ?
Jadi begini, di desa panglipuran pasti menyumbangkan anak satu dari anak- anak bapakdan ibunya untuk melanjutkan atau bertempat tinggal di desa panglipuran,biasanya anak ketiga (nyoman) atau anak keterakhir. Jadi hubungan manusia dengan manusia itu dapat tercipta kerukunan karena mereka sudah saling mengenal satu sama lain sejak kecil dan tidak mempunyai rasa sungkan antar tetangga .

Akibat dari hubungan manusia dengan manusia ini dapat menimbulkan tren positif bagi desa panglipuran, seperti sekarang desa panglipuran sudah dikenal dengan desa yang terbersih di indonesia dan sering dikunjungi oleh masyarakat indonsia maupun turis sehingga masyarakat tidak kwalahan mencari uang atau mencari pelanggan untuk membeli barang-barang unik yang dijual oleh masyarakat desa panglipuran.


Gambar terkait kunjungan kita di desa adat panglipuran

 
wawancara dengan narasumber I
wawancara dengan narasumber II
foto di depan pura utama

foto di depan kentongan pura

foto didepan pura 

foto dengan rumah adat

foto di depan dagangan warga

                                                             

SEKIAN TERIMA KASIH :) JJJ

 


Daftar pustaka :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar