KONSEP
TRIHITAKARANA-RAHASIA KEHARMONISAN DESA ADAT PENGLIPURAN
Rabu,
13 April 2016 sampai 17 April 2016, kami siswa SMA Negeri 1 Manyar – Gresik
melakukan widya wisata ke pulau Dewata. Acara yang bertemakan ”Amazing Bali
2016” mengeksplor tempat-tempat wisata yang ada di pulau Bali. Pulau yang menjadi
primadona pariwisata Indonesia yang sudah sangat terkenal di kancah
Internasional. Bukan hanya tempat wisatanya, melainkan kesenian dan budayanya
yang unik dan menarik, sehingga membuat kita memilih Bali sebagai tempat
wisata. Baik wisatawan domestik maupun luar negeri juga berbondong-bondong
datang ke pulau dewata Bali.
Yuk simak pulau Bali !!!
Bali
merupakan bagian dari kepulauan sunda kecil yang memiliki luas 5.636,66 km2
atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terletak sekitar
3,2 km dari pulau jawa. Secara astronomis sendiri, Bali terletak di 8°25′23″
Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti
daerah indonesia yang lain. Nah, berikut ini peta pulau bali
Kami telah mengunjungi beberapa tempat wisata yang dikunjungi beberapa
diantaranya adalah pantai sanur, pantai kuta, pantai pandawa, bedugul, tanah
lot, desa adat panglipuran, Istana tampak siring, pasar adat sukowati, joger,
cening bagus, mister kuta, Krisna, eco wisata mangrove, BCC (Bali Culture
Center), Puja Mandala, Tanjung Benoa.
Objek wisata yang akan kita bahas kali ini adalah
desa adat panglipuran
Sebenarnya
apasih desa adat panglipuran ?
Desa adat panglipuran
merupakan salah satu kawasan pedesaan yang bisa dibilang cukup menarik. Bukan
hanya menampilkan wajah pedesaan yang asri tetapi juga memiliki tatanan tempat
yang cukup unik. Rumah-rumah disini dibikin sama dengan rumah lainnya. Sehingga
tampak rapi dan teratur. Pasti kalian heran mengapa memiliki konsep yang sama ?
yah , jadi desa ini masih memegang kuat adat istiadat dari nenek moyangnya
alias turun temurun gitu. Desa panglipuran bisa dibilang tempat wisata budaya.
Keasrian desa panglipuran emang nggak diragukan lagi. Saat pertama kali kita
datang kesini langsung disambut tuh dengan hijau rerumputan pada pinggir jalan
sehingga menambah kesejukan
Penasaran pengen ngunjungi desa ini ? kita kasih
tau dimana lokasi desa adat panglipuran ini
Desa adat Penglipuran terletak di Kelurahan Kubu
di Kecamatan Bangli, Kabupaten Dati II Bangli. Luas desa adat Penglipuran
kurang lebih 112 ha, dengan batas wilayah desa adat Kubu di sebelah timur, di
sebelah selatan desa adat Gunaksa, dan di sebelah Barat Tukad Sang-sang,
sedangkan di sebelah utara desa adat Kayang.Desa Adat Penglipuran terletak di
kaki Gunung Batur pada ketinggian 700 meter dpl. Desa Adat Penglipuran terletak
pada jalur wisata Kintamani, sejauh 5 Km dari pusat kota Bangli, dan 45 Km dari
pusat kota Denpasar.
Area desa adat panglipuran tersebut masih terbagi
lagi menjadi beberapa tempat antara lain :
![]() |
| lokasi desa adat panglipuran |
- temple
- bamboo forest
- monument
- karang memadu
Ingin tau rahasia desa adat panglipuran. Bagaimana sih
kehidupan masyarakat di desa adat panglipuran sehingga tercipta kerukukunan,
kedamaian, dan keharmonisan dalam bermasyarakat. Apakah rahasianya????
kehidupan
masyarakat desa adat panglipuran ternyata memiliki konsep, yaitu TRIHITAKARANA. Trihitakarana sendiri terbentuk dari tiga kata, tri
yang berarti tiga, hita yang berarti kebahagiaan atau sejahtera,
karana yang berarti sebab atau penyebab. Sehingga artinya tiga
penyebab kebahagiaan.
3
penyebab kebahagiaan yang dimaksud sebenarnya bersumber pada 3 hal yaitu
- Hubungan manusia dengan Tuhan
- Hubungan manusia dengan lingkungan
- Hubungan manusia dengan manusia lainnya
Bagaimanakah hubungan manusia dengan Tuhan ?
Lah hubungan dengan Tuhan dituangkan masyarakat
dengan bentuk ibadah. Seperti apakah bentuk ibadah tersebut ? seperti yang kita
ketahui masyarakat bali terutama desa adat panglipuran menganut agama hindhu.
Mereka biasanya melakukan upacara adat baik di pura keluarga maupun pura utama
yang ada di sekitar kompleks desa ini. Upacara ini pun tak lepas dengan persembahan
yang bisa disebut sesajen. Nah, setelah kita ketahui ternyata sesajen pun juga
memiliki lambang tersendiri. Jadi ada maknanya juga. Seperti salah satu sesajen
yaitu nasi penek. (Nasi penek :Nasi penek merupakan nasi yang terbuat dari
ketan yang berbentuk setegah lingkaran dan sedikit pipih). Nasi penek ini
sendiri melambangkan keteguhan dan kekokohan batin dalam mengangungkan Tuhan
yang Maha Suci dan sebagai wujud rasa bhakti yang setulus-tulusnya. Masyarakat
desa adat panglipuran percaya jika mereka melakukan upacara adat tersebut
kehidupan mereka akan terjalin harmonis.
“Kita harus
melakukan sembayang agar mendapat karuniaNya” - bapak I Nyoman Dana.
Bagaimanakah
hubungan manusia dengan lingkungan ?
|
|
Untuk melestarikan kebersihan lingkungan, di
lingkungan desa panglipuran dibuat undang-undang. Undang-undang desa inilah
yang mengatur sendi kehidupan mereka. Seperti larangan membuang hal-hal nista
dan kotor di tempat umum. Tidak boleh membawa limbah keluarga ke got umum. Dan
anjuran setiap warga harus membuat sistem pembuangan limbah sendiri di
pekarangan masing-masing. Jika melanggar maka akan dikenakan denda.
![]() |
| tempat sampah organik dan anorganik |
“Kita pasti
membutuhkan alam dan alam juga akan membutuhkan kita. Misalnya kita membutuhkan
kelapa untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi pohon kelapa itu membutuhkan kita
untuk tumbuh seperti memberi pupuk maupun air. Jadi hubungan timbal balik akan
terjalin dengan baik. Hubungan yang menguntungkan dua belah pihak “- Bapak I Wayan Widia.
Bagaimana
hubungan manusia dengan manusia ?
Nah yang terakhir ini hubungan antar manusia.
Akan terjadi interaksi antar satu dengan lainnya. Manusia memang membutuhkan
manusia lainnya , well kita memang makhluk sosial. Saling tolong menolong antar
tetangga bukan hanya memberikan seperti bahan dan perlatan masak. Oh desa adat
panglipuran sendiri memiliki kegiatan yaitu kerja bakti yang membuat hubungan
masyarakat satu dengan lainnya tetap terjalin harmonis. Tak hanya itu para
wanita disini juga terkadang membuat atau memasak sesajen bersama yang nantinya
dipersembahan kepada Sang Maha Kuasa.
Bagaimana cara desa panglipuran menjaga kerukunan antar manusia tersebut ?
Bagaimana cara desa panglipuran menjaga kerukunan antar manusia tersebut ?
Jadi
begini, di desa panglipuran pasti menyumbangkan anak satu dari anak- anak
bapakdan ibunya untuk melanjutkan atau bertempat tinggal di desa panglipuran,biasanya
anak ketiga (nyoman) atau anak keterakhir. Jadi hubungan manusia dengan manusia
itu dapat tercipta kerukunan karena mereka sudah saling mengenal satu sama lain
sejak kecil dan tidak mempunyai rasa sungkan antar tetangga .
Akibat
dari hubungan manusia dengan manusia ini dapat menimbulkan tren positif bagi
desa panglipuran, seperti sekarang desa panglipuran sudah dikenal dengan desa
yang terbersih di indonesia dan sering dikunjungi oleh masyarakat indonsia maupun
turis sehingga masyarakat tidak kwalahan mencari uang atau mencari pelanggan
untuk membeli barang-barang unik yang dijual oleh masyarakat desa panglipuran.
Gambar terkait kunjungan kita di desa adat panglipuran
![]() |
| wawancara dengan narasumber II |
foto di depan pura utama
foto di depan kentongan pura
foto didepan pura
foto dengan rumah adat
foto di depan dagangan warga
|
SEKIAN
TERIMA KASIH :) JJJ
|
Daftar pustaka :













